Cosmos by Carl Sagan

"Somewhere, something incredible is waiting to be known" - Carl Sagan


 Apa yang terpikir pertama kali ketika mendengar kata "Cosmos"? Cosmos itu apa sih?

Cosmos disini bukan salah satu merek barang-barang elektronik yaa hehe *pip*, tapi sistem di alam semesta yang secara misterius bisa terstruktur dan harmonis. Hmmm inilah menariknya, tapi kalau dibahas secara ilmiah bisa sangat rumit dan membingungkan apalagi untuk orang awam yang kurang suka tentang fisika (termasuk saya). Tapi Carl Sagan, penulis dan juga seorang astronom punya pendekatan yang berbeda untuk menjelaskan kosmos yang begitu kompleks. 

Carl Sagan dengan jeniusnya mencoba menggali kosmos dengan menceritakan tentang kita, manusia sebagai bagian dari alam semesta bukan langsung tiba-tiba menceritakan proses fisika atau kimia dengan rumus-rumus yang abstrak. Kenapa manusia? Karena manusia sebenarnya merupakan anak-anak bintang/children of the cosmos. Kok bisa ya, padahal kita aja belum pernah ke bintang di atas langit secara langsung apalagi menjelajah seluruh alam semesta? jadi menurut Carl Sagan, struktur, molekul, substansi kimia dan fisika yang membentuk tubuh kita sebenarnya sama dengan yang membentuk alam semesta. Kita terbentuk dari beraneka molekul yang juga dimiliki oleh bintang-bintang atau planet-planet diluar sana. Dengan memahami tubuh kita sendiri sesungguhnya sama dengan memahami alam semesta, apalagi dengan mempelajari planet kita tercinta, bumi, yang tentunya punya banyak kemiripan dengan puluhan bahkan mungkin ratusan atau ribuan planet lain di alam semesta. Walaupun mungkin tidak 100% sama, tapi kita bisa mengetahui bagaimana bumi terbentuk dan lebih luasnya lagi bagaimana alam semesta itu tersusun. Memang sampai sekarang belum ada jawaban pasti bagaimana alam semesta bisa tercipta dari segi sains tapi dengan menyadari kalau kita adalah anak-anak bintang dan bagian kecil dari alam semesta ini maka kita bisa merenungkan keberadaan kita. 

Setelah menyebutkan berbagai temuan-temuan menarik tentang kita sebagai manusia dan sebagai potongan dari alam semesta, penulis kemudian memperluas bahasannya dari sisi sejarah. Dilihat dari sejarah manusia, dari dulu nenek moyang kita senang menjelajah dan menemukan macam-macam hal baru baik itu berbentuk barang, ilmu, maupun tempat sehingga Carl Sagan menghubungkan karakteristik manusia yang suka penasaran ini dengan eksplorasi alam semesta yang masih berlangsung hingga sekarang. Berbagai penemuan tentang alam semesta dan proyek-proyek luar angkasa berawal dari rasa penasaran manusia yang tidak ada hentinya. "Exploration is our nature. We began as wanderers, and we are wanderers still. We have lingered long enough on the shores of the cosmic ocean. We are ready at last to set sail for the stars". Sebenarnya telah banyak yang manusia ciptakan dan lakukan sebagai usaha untuk menjelajah alam semesta dalam waktu yang cukup singkat (waktu kehidupan di bumi termasuk yang singkat dibandingkan waktu kosmos) apalagi dengan teknologi yang berkembang seperti saat ini, bukan hal yang mustahil suatu saat kita akan menemukan planet antah berantah yang letaknya miliaran tahun cahaya dengan kendaraan yang super canggih. Kalau situasi ini bisa tercapai, bukan tidak mungkin sejarah akan kembali terulang dengan latar belakang yang berbeda. Jaman dahulu antar bangsa berperang dan menjajah satu sama lain untuk menguasai wilayah atau penduduk di suatu tempat, mungkin di masa depan manusia akan menjelajah planet lain dan berperang dengan peradaban planet asing untuk menguasai wilayah mereka, atau sebaliknya juga bisa terjadi, kitalah yang akan dikunjungi, dijajah, dan dikuasai. Bisa juga kita bersama-sama dengan peradaban asing di luar sana membentuk peradaban baru antar semesta. Kita belum tahu apakah keadaan-keadaan tersebut akan benar-benar terjadi di masa mendatang, tapi ini bukan sesuatu yang mustahil dan penulis sukses mengarahkan pikiran kita secara visioner merenungkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dengan alam semesta. 

Dunia astronomi adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kita. Carl Sagan menuliskan bagaimana peradaban manusia sudah mulai melibatkan astronomi dalam kehidupan sehari-hari bahkan jauh beribu abad sebelum teknologi canggih ditemukan. Rasi-rasi bintang digunakan untuk menentukan arah dan musim, matahari dipandang sebagai dewa yang memiliki kekuatan supranatural bagi beberapa suku dan kebudayaan, galaksi Bima Sakti dianggap sebagai "the backbone of the night" atau monster yang ada di dunia tempat kita tinggal oleh orang-orang di Botswana, dan masih banyak lainnya. Jadi sebenarnya kehidupan manusia dengan kosmos itu sudah lama saling melengkapi dan tidak terpisahkan.

Membaca buku Cosmos bisa membuka pandangan terhadap alam semesta dari sudut pandang kita sendiri, sejarah manusia, dan tentunya ilmu pengetahuan. Asyiknya lagi ternyata banyak hal-hal menakjubkan yang bisa kita sadari dan jadi bahan permenungan di buku ini :) 


Comments