Tur Jalan Kaki di Negeri Singa
Singapura memang terkenal dengan lingkungannya yang ramah buat jalan kaki. Jadi walking tour alias keliling kota jalan kaki wajib dicoba dan kami memutuskan untuk mengenal Singapura seharian tanpa menggunakan transportasi publik. Rutenya terinspirasi dari buku Claudia Kaunang yang dipinjam oleh salah satu partner trip. Kami mengandalkan buku itu dan peta tentunya. Kami berangkat pagi menjelang siang dari hostel kami dekat Little India menuju area Haji Lane. Tidak lupa sempat mampir kantor pos yang kami lewati untuk mengirim beberapa postcards.
Setelah itu juga berhenti di gereja Our Lady of Lourdes di Ophir Road yang jadi salah satu lokasi syutingnya "Crazy Rich Asians", padahal waktu itu asal saja mampir, tidak tahunya setahun kemudian saat lihat filmnya baru sadar itu gereja yang sama haha. Yang menarik di gereja ini ada akulturasi budaya Hindu, terlihat di patung Bunda Maria-nya yang bergaya ala-ala patung Hindu. Sangat menarik. Setelah berfoto dan berdoa tentunya, perjalanan di lanjutkan. Ingin sekali ikut misa disana suatu saat.
![]() |
| Our Lady of Lourdes Church saat malam hari sebelumnya |
Singkatnya, kami sampai di Haji Lane yang punya landmark terkenal yaitu Masjid Sultan. Sambil menunggu teman-teman untuk beribadah, aku mengamati area sekitar. Lalu kami lanjut berjalan melewati Kampong Glam, Arab Street, Bugis Street, dan melewati Victoria Street menuju ke National Library.
Kami masuk ke perpustakaan nasional milik Singapura. Penasaran karena negara ini punya sistem pendidikan yang sangat berkualitas, jadi pasti perpustakaannya juga menarik. Benar saja, koleksi bukunya lengkap banget dan dalam berbagai bahasa: Melayu, Chinese, dan tentunya English. Wuih, pantesan saja orang-orang dari yang kecil sampai lansia betah berada disini lama-lama. Luar biasa, minat penduduknya terhadap membaca memang patut diacungi jempol. Sepertinya mereka lebih suka menghabiskan waktu luang di perpustakaan daripada diam di rumah nonton TV atau rebahan karena perpustakaannya sangat ramai dan semua orang khusuk membaca dengan sangat tenang. Salut! Satu hal yang bisa jadi panutan masyarakat Indonesia.
Perjalanan dilanjutkan masih di Victoria Street, kami menuju Bras Basah shopping center. Disana banyak dijual berbagai peralatan kantor, buku, dekorasi, dll. Setelah mampir sebentar, kami berjalan ke Bras Basah Road, melewati Chijmes hingga masuk jalan pintas dari stasiun MRT ke Esplanade alias gedung teater yang berbentuk durian. Lalu kami menuju ke Merlion park, landmark negeri singa yang paling terkenal itu! Dari Merlion kita bisa memandang ke seberang, Marina Bay Sands dan ArtScience Museum yang terlihat megah.
Setelah puas berfoto-foto, kami melanjutkan walking tour menuju Clarke Quay mengikuti arahan buku. Eh tapi ternyata jalan pintasnya sedang ditutup, jadilah kami harus cari jalan lain. Ini yang seru karena kami tersesat berkali-kali, dari hampir masuk ke The Fullerton Hotel yang super mewah, hilang arah di pusat perkantoran Singapura dengan gedung-gedung tinggi dan orang-orangnya yang necis dan rapi (berasa salah kostum karena cuma pakai baju lusuh dan celana kulot hahaha), sampai tanya pak polisi yang malah bikin semakin bingung. Berkat intuisi tajam teman-teman akhirnya kami berhasil menemukan jalan yang benar melewati Asian Civilisations Museum, Old Parliament, dan Boat Quay. Yay! Berkelana disana serasa sedang di Eropa karena arsitekturnya yang klasik. Dari Boat Quay kami terus berjalan hingga Chinatown. Disana kami berkeliling, membeli souvenir, dan makan sore menjelang malam di McD dengan uang yang semakin menipis haha.
Karena itu hari kedua dan terakhir di Singapura, kami memutuskan untuk memaksimalkan hari itu hingga malam dengan mengunjungi Marina Bay Sands dan Gardens By The Bay. Kami menuju kedua tempat ini dengan MRT karena kaki yang sudah hampir lepas wkwk. Di kedua tempat ini kami sangat beruntung karena bisa melihat light show yang sangat indah dan menakjubkan. Salah satu pengalaman yang tak terlupakan bisa berada disana. Semoga suatu saat bisa kembali lagi dengan waktu yang lebih panjang supaya bisa lebih puas mengunjungi berbagai tempat yang belum sempat didatangi. Semakin malam kami harus kembali ke hostel dan berkemas karena malam itu kami menuju Malaysia dengan bus.











































Comments
Post a Comment